desperado

26 Jun 2010

Sekitar 2 bulan yang lalu, seorang teman (selain jutaan teman yang lain) menanyakan hubungan asmara si bajul tuwo ini. Hmmm..fiuhhh..argghhh.. lagi kosong,seperti angkot yang kosong, tanpa semangat, desperado. Kemudian dia menyebut 1 nama, Kinoi. Ada 3 teman yang merekomendasi nama ini sejak beberapa waktu yang lalu. Lalu saya ceritakan bahwa sejak tahun lalu sudah pernah “kenal” Kinoi, namun tidak lancar,sambil memintanya mencari info.

Malamnya saya SMS teman saya itu untuk menanyakan nomer HP Kinoi. 30 menit tidak dijawab,akhirnya saya cari jalan lain, buka facebook dan YM. Dulu saya punya nomer HP-nya, namun hilang sewaktu ganti HP. Waktu itu, kami sempat sms-an, tukeran YM-id juga, namun nasib lagi nggak bagus, kurang mendapat tanggapan dan tak pernah bertemu. Ternyata YM-nya aktif, jadi bisa ngobrol sebentar. Beberapa hari kemudian, tepat malam minggu,janjian ketemu untuk makan malam. Hmm kesan pertama lumayan asik dan waktu mengantarnya pulang, disuruh mampir dulu ke rumahnya.

Setelah beberapa pertemuan makan siang bersama, saya memutuskan untuk segera “menembak”, tepatnya tanggal 1 Juni, biar mudah mengingatnya. Namun ketika tanggal 1 waktu lunch bareng,kata-kata itu tak terucap! I’m not half a man I used to be. Gawat. Reputasi manusia sejuta cinta sudah expired. Casanova is dead! :D . Lalu saya cari upaya lain, mengontak teman yang punya toko bunga untuk menyiapkan setangkai bunga segar, jam 4 sore setelah pulang kerja, saya mampir ke kantor Kinoi untuk mengantar bunga tersebut sambil mengucapkan kata : I love u. Jawabnya thanks. Nama bunganya saya lupa.

Setelah kejadian itu, kami semakin sering makan siang bersama, dan saya juga sering ke rumahnya kalo malam. Namun belum jadian, karena setiap saya bilang I love u, selalu dijawab: THANKS. Saya sempat menanyakan TOEFL-nya berapa, karena secara teori, seharusnya menjawab I love u too. Pendekatan secara represif kadang diperlukan.

11 Juni, saya menghubungi sahabat yang punya restoran khas makanan Sunda, untuk menyiapkan sebuah romantic lunch. Ketika tiba di sana, di meja sudah ada seikat bunga segar. Kata teman saya ini, yang juga florist, kalo ngasih bunga ini harus sambil menanyakan: apakah kamu mau menjadi kekasihku. Nama bunganya lagi-lagi lupa. Akhirnya saya ikuti deh teori tersebut. Dan Kinoi menjawab: YA. Hmmm leganya seperti mendengar peluit panjang pertandingan piala dunia Inggris melawan Slovenia. Makan siang ditutup dengan puding coklat komplimen dari pemilik rumah makan. Perfect. Dan yang membuat mata ini berkaca-kaca, makanan dan bunga semuanya gratis. Friendship rocks!

Kinoi adalah nama panggilannya. Nama aslinya Novi. Ini mempermudah untuk tidak mengulangi kesalahan lupa hari ulang tahun, karena kata teori ekonomi modern, buatlah banyak kesalahan namun jangan mengulangi kesalahan yang sama.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post