Teori Relativitas

4 Sep 2011

Dalam mimpi itu,Albert Einstein dan saya sedang ngobrol di warung kopi. Kalau sebelum menikah saya sering bermimpi bersama Luna Maya,sekarang setelah menikah teman ngopinya beda. Mimpi kan tidak bisa ditentukan,beda dengan menu makanan.”Saya tidak mengerti mengapa teori relativitas merupakan teori fisika” tanyaku, “Fisika adalah eksak!” “Mungkin karena saya lebih dikenal sebagai seorang fisikawan,padahal teori relativitas lebih cocok digunakan untuk ilmu sosial dan kehidupan sehari-hari.” jawab Einstein.

Pagi sabtu itu, masih suasana liburan. Istriku mengajak memetik batang keladi untuk dimasak sayur darat. Kami pergi ke pekarangan rumah untuk memilih batang keladi yang masih muda. Pagi sabtu itu, di tempat lain, Mr Z memacu Hummer H3 menuju padang golf, mencari mobil lain yang paling mewah untuk parkir tepat disebelahnya. Pagi sabtu itu, banyak orang merasa bahagia,menikmati aktivitas masing masing.

Istriku mengupas kulit batang keladi dan menyiapkan bumbu. Saya memetik jeruk asam sambil membayangkan memacu mobil Hummer H3 menyusuri jalan Gajah Mada di musim cuti bersama. Mr Z melakukan drive pertama sambil membayangkan semangkuk sayur keladi khas bangka. Pagi sabtu itu, semua orang membayangkan kebahagiaan dengan cara masing-masing. Tak ada yang pasti.

“Yang, laos habis” sahut istriku dari dapur. Aku pun mengambil parang untuk menggali laos yang tumbuh di sebelah pohon keladi. Yah, pengacara barusan telpon,minggu depan katanya ayah mau diperiksa polisi untuk kasus pemalsuan tanah, begitu isi SMS yang dikirim istri Mr Z pagi sabtu itu.

“Bang, apa sih kebahagiaan itu menurut abang?” tanyaku pada Albert Einstein. “Oh, itu relatip bro” jawabnya.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post